Raudah Jambak dan Kiprahnya dari masa awal sampai sekarang


Berikut adalah urutan kronologis jejak kesastrawanan dan kepenulisan Raudah Jambak, pria berkumis, dari masa sekolah dasar (1980) hingga sekarang (2025), disusun berdasarkan aktivitas, karya, dan kiprah yang tercatat dalam sumber-sumber terpercaya:

🧒 1980–1994: Masa Awal dan Pendidikan

  • 1980-an – Mulai aktif dalam seni dan sastra sejak SD di Medan.

  • 1993–1997 – Aktif di Teater LKK Universitas Negeri Medan sebagai aktor dan instruktur.

  • 1994 – Menyutradarai naskah Sang Penyair karya sendiri di TBSU.

🎭 1995–2002: Kiprah Teater dan Sastra Religius

  • 1995 – PEKSIMINAS Jakarta (Teater), Juara Harapan I Lomba Teater Mahasiswa se-Indonesia.

  • 1996 – Aktor dalam naskah Jodoh karya Ys. Rat.

  • 1999 – Aktor tamu di Teater Nasional dan Teater Merdeka.

  • 1999 – Terbit antologi puisi Meditasi (sastra religius).

  • 2000 – Terbit antologi puisi Seratus Untai Biji Tasbih.

  • 2000 – Aktor tamu di Teater Anak Negeri dan Teater Nuansa.

  • 2001 – Menyutradarai naskah Perempuan Tanpa Kepala.

  • 2002 – Menyutradarai Pelajaran karya Bakdi Soemanto dan Penjaja Kereta Sorong karya Murray Schisgal.

  • 2002 – Terbit antologi puisi 50 Botol Infus (Teater LKK UNIMED).

📘 2003–2010: Pematangan Karya dan Kiprah Nasional

  • 2003 – Workshop cerpen MASTERA, Festival Teater GKJ Awards, Workshop Teater TIM Jakarta.

  • 2003 – Terbit antologi esai Parade Teater Sekolah.

  • 2004 – Pameran Seni Se-Sumatera di Banda Aceh, Workshop Teater GKJ di TIM Jakarta.

  • 2004 – Terbit antologi esai 25 Tahun Omong-Omong Sastra.

  • 2005 – Menyutradarai monolog Indonesia Undercover karya Suyadi San.

  • 2005 – Terbit antologi puisi Amuk Gelombang dan Ragam Jejak Sunyi Tsunami.

  • 2006 – Terbit antologi puisi Jogja 5,9 Skala Richter.

  • 2007 – Terbit antologi puisi Medan Puisi.

  • 2008 – Sutradara monolog TEROR karya sendiri, TIURMAIDA adaptasi cerpen Hasan Al Banna.

  • 2008 – Terbit antologi puisi TSI 1 Tanah Pilih (Disbudpar Jambi).

  • 2009 – Co-sutradara monolog Cublis karya Hasan Al Banna, ikut Parade Teater “KALA Sumatera” di Lampung.

  • 2010 – Membacakan puisi di Gedung Idrus Tintin, Riau.

🖋️ 2011–2025: Pengabdian, Adaptasi, dan Arsip Digital

  • 2011–2015 – Aktif sebagai guru sastra dan dosen filsafat di Universitas Panca Budi Medan.

  • 2015 – Juara I Manuskrip Antologi Perempuan dan Belati.

  • 2016–2020 – Membina Komunitas Home Poetry, tampil di berbagai forum sastra lokal dan regional.

  • 2021–2025 – Karya dimuat di berbagai media Indonesia-Malaysia; aktif dalam digitalisasi puisi dan pengarsipan sastra.

  • 2025 – Terlibat dalam Temu Sastrawan III di Tanjung Pinang; terus berkarya dan membina komunitas sastra. dll

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Perkembangan Teater di Indonesia

Mengenal Tokoh Seni Teater Indonesia

Raudah Jambak, he pursued his education in literature and philosophy, which laid the foundation for her future career as a writer and teacher.