Monolog Sederhana Perempuan dan Belati
🎭 Judul: Perempuan dan Belati
📍 Tokoh: Seorang perempuan dewasa, duduk di kursi kayu tua. Di tangannya tergenggam sebilah belati kecil yang berkarat. Cahaya lampu hanya menyinari sebagian wajahnya.
🗣️ Monolog:
> (Menatap belati di tangannya, suaranya pelan namun tajam)
PEREMPUAN Belati ini... bukan sekadar logam. Ia adalah saksi. Saksi dari malam-malam yang tak pernah selesai, dari jerit yang tak pernah terdengar.
> (Mengusap gagang belati dengan jari gemetar)
Aku menyimpannya bukan untuk membalas. Tapi untuk mengingat. Bahwa tubuhku pernah dijajah, bahwa suaraku pernah dibungkam, bahwa aku pernah menjadi bayangan di rumahku sendiri.
> (Bangkit perlahan, menatap ke arah penonton)
Mereka bilang aku kuat. Tapi mereka tak tahu, kuat itu bukan tanpa luka. Kuat itu berdiri meski lutut gemetar, tersenyum meski dada retak.
> (Mengangkat belati ke arah cahaya)
Aku tak ingin membunuh siapa pun. Aku hanya ingin hidup— dengan utuh. Tanpa takut, tanpa sembunyi, tanpa harus menjahit luka dengan diam.
> (Menaruh belati di meja, lalu menatap lurus)
Hari ini, aku menamai diriku sendiri. Bukan korban. Bukan istri. Bukan bayang-bayang. Tapi perempuan— yang memilih untuk hidup, meski dunia tak pernah benar-benar aman.
> (Lampu perlahan meredup, hanya cahaya dari belati yang tersisa)
Komentar
Posting Komentar